Description
Armor Ultrasonic Spirometri – Diagnostik Fungsi Paru Presisi Tanpa Hambatan
Berbeda dengan spirometer konvensional yang menggunakan baling-baling mekanik (turbin), spirometer ultrasonik bekerja dengan memancarkan gelombang suara melintasi jalur udara. Hal ini menjadikan Armor Ultrasonic Spirometri sangat akurat, tidak memiliki komponen yang bergerak, dan sangat nyaman bagi pasien karena tidak memberikan hambatan saat ditiup.
Fungsi dan Keunggulan Utama:
-
Pengukuran Aliran Ultrasonik: Membaca volume dan kecepatan udara (seperti FVC, FEV1, PEF) menggunakan sensor ultrasonik yang sangat sensitif, bahkan pada pasien dengan aliran napas yang sangat lemah.
-
Tanpa Hambatan Napas (Zero Flow Resistance): Karena tabung tiupnya kosong tanpa komponen turbin di dalamnya, pasien dapat bernapas dengan sangat natural tanpa merasa berat, memberikan hasil tes yang lebih objektif.
-
Bebas Kalibrasi & Minim Perawatan: Teknologi sensor ultrasonik tidak terpengaruh oleh kelembapan, suhu, atau tekanan udara sekitar, sehingga alat tidak memerlukan kalibrasi mekanik harian.
-
Pencegahan Infeksi Silang: Menggunakan mouthpiece (corong tiup) sekali pakai atau sensor yang sangat mudah dilepas dan disterilkan, meminimalkan risiko kontaminasi silang antar pasien.
-
Analisis Data Komprehensif: Mampu terhubung ke perangkat komputer atau monitor untuk menampilkan kurva aliran-volume (flow-volume loop) secara real-time dan mencetak laporan medis yang detail.
Indikasi Penggunaan Klinis: Digunakan oleh dokter spesialis Pulmonologi, klinik kesehatan kerja, atau dokter umum untuk mendiagnosis Asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), restriksi paru, serta untuk evaluasi kesiapan operasi (pra-bedah).



